Sosialisasi Pembuatan Handsanitizer Mandiri Oleh Puskesmas Kandeman dan BPI

Kamis, 02 April 2020 bertempat di balaidesa Wonokerso, diadakan Pelatihan pembuatan Handsanitizer Mandiri oleh Uptd. Puskesmas Kandeman dan di support oleh PT. BPI ( Bhimasena Power Indonesia) dengan dihadiri perwakilan dari 3 desa , yaitu desa Bakalan, Desa Karanggeneng dan Desa Wonokerso, dengan menghadirkan masing2 dari desa 2 orang.

penggunaan handsanitizer dalam memerangi virus corona ini sangat di butuhkan masyarakat, sehingga untuk stok yang dijual di toko/ swalayan sangat terbatas.

untuk mensiasati hal tersebut, bertempat di balaidesa wonokerso, puskesmas kandeman dengan Tim BPI mengadakan pelatihan pembuatan Handsanitizer yang benar.

Dalam pelatihan pembuatan Handsanitizer mandiri ini sangat mudah dan dapat dipraktekan dirumah masing-masing, dengan 2 bahan saja. yaitu : Alkohol dengan kadar 90 % dan Aloevera Gel (boleh merk apa saja) . dan untuk tambahan optional pewangi esense.

dengan takaran : 1000 ml alkohol di campur 6 tube Aloevera Gel kemasan 100 ml

selanjutkan campurkan 2 bahan tersebut di tempat gelas ukur/ wadah dan cukup di aduk saja. untuk kemudian di kemas di botol spray atau botol kecil. untuk pemakaian menunggu sampai 2 hari dari hari pembuatan handsanitizer.

dari peserta 8 orang yang hadir dalam pelatihan , para kader dari pkk dan fkd ini sangat antusias dan terbantu dengan adanya pelatihan yang bermanfaat ini. dan himbauan dari pembuatan handsanitizer ini adalah bahwa hasil dari pembuatan handsanitizer ini hanya boleh untuk kebutuhan pribadi, tidak boleh di jualbelikan. kalau untuk di bagi-bagikan boleh.

perlu kita ketahui manfaat dari Handsanitizer itu sendiri :

membersihkan tangan dari kuman, debu dan bakteri serta virus yang menempel di tangan.

lebih maksimal membunuh kuman dibanding dengan sabun biasa. namun demikian tetap lebih aman untuk jangka panjang tetap cuci tangan pakai sabun.

mengingat juga ada efeksamping dari penggunaan handsanitizer yang terus menerus.

Efek Samping Hand Sanitizer

Kegunaan dan efek samping hand sanitizer sifatnya berbeda. Jika kegunaannya langsung bekerja cepat dalam jangka pendek, maka efek samping hand sanitizer baru terasa dalam waktu penggunaan yang lama alias jangka panjang, secara terus menerus.

1. Iritasi dan Alergi Kulit

Respon kulit pada obat luar tentu beragam. Namun efek samping hand sanitizer juga bisa mengakibatkan iritasi karena keringnya kulit yang sering terkena alkohol. Respon kulit dalam bentuk alergi juga bisa menimbulkan rasa gatal, ruam kulit, bentol-bentol, dan keluhan sulit bernapas.

2. Perih Jika Terkena Kulit Kering dan Luka

Penggunaan hand sanitizer pada kulit kering dan pecah-pecah, serta memiliki luka luar juga membuatmu merasakan perih. Jika tipe kulit tanganmu memang mudah kering, disarankan mencuci tangan dengan air dan sabun, gunakan hand cream, lalu baru pakai hand sanitizer.

3. Membuat Tangan Rentan Terinfeksi

Efek samping dari penggunaan hand sanitizer lainnya adalah kulit tangan yang lebih rentan terinfeksi. Kandungan pembasmi kuman pada hand sanitizer memang tidak setara dengan cuci tangan dengan air dan sabun.

4. Kulit Mudah Terbakar Sinar Matahari

Ternyata, kulit juga akan lebih sensitif terhadap sinar ultraviolet jika terlalu sering menggunakan hand sanitizer. Akibatnya, kulit lebih mudah terbakar sinar matahari yang mempercepat proses pigmentasi (penggelapan warna) kulit.

berikut cuplikan dari Pembuatan  Handsanitizer mandiri oleh ibu necky dari puskesmas kandeman dan tim BPI

 

terimakasih kami sampaikan kepada PT BPI yang sudah mensupport bantuan kegiatan pelatihan pembuatan handsanitizer ini , terimakasih kepada puskesmas kandeman yang memberikan ilmu pengetahuan nya dalam pembuatan handsanitizer ini. dan tentunya terimakasih kepada kepala desa wonokerso yang mensupport kegiatan ini dengan baik dan lancar.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*